Dokumentasi Konferensi Demokrasi di bawah Tirani Modal
Kabar Dari Depok Tentang Tirani Modal
- Details
- Published on Tuesday, 05 August 2008 22:38
- Written by Mulyani Hasan
Di Universitas Indonesia, hari ini (05 Agustus 2008) berlangsung konferensi nasional bertajuk Warisan Otoritarianisme: Demokrasi dan Tirani Modal. Konferensi itu bertujuan mengenali permasalahan yang dihadapi demokrasi Indonesia dengan membedah akar-akar otoritarian warisan orde baru. Lebih dari 200 orang memenuhi gedung Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia, Depok.
Sri Edi Swasono: Pasar Bebas Menggusur Kaum Miskin
- Details
- Published on Tuesday, 05 August 2008 23:00
- Written by Ahmad Yunus
Guru Besar Fakultas Ekonomi Indonesia, Sri Edi Swasono mengatakan pasar bebas di Indonesia saat ini tidak mendorong penyelesaian masalah kemiskinan. Sebaliknya, pasar bebas telah menggusur dan memperparah kehidupan kaum miskin.
Bisnis Senjata dalam Konflik
- Details
- Published on Wednesday, 06 August 2008 02:44
- Written by Ryllian Chandra
Bisnis militer di Indonesia ternyata belum surut. Sekarang bisnis itu menemukan bentuk barunya. Menurut Adnan Topan Husodo dari Indonesian Coruption Watch, berkuasanya rezim Orde Baru ditandai dengan merajalelanya bisnis militer. Cara legal biasanya dilakukan melalui yayasan. Ada yang bersifat informal, seperti yang dilakukan para perwira militer yang menjadi pejabat tinggi di perusahaan-perusahaan.
Kemiskinan Mendorong Radikalisme dan Fundamentalisme Agama
- Details
- Published on Wednesday, 06 August 2008 16:04
- Written by Yusuf Ismanto
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masdar Farid Mas'udi menilai bahwa radikalisme agama di Indonesia akan tumbuh subur. Penyebabnya diantara lain pandangan sempit persoalan tafsir keagamaan, kemiskinan dan tingkat pendidikan umat yang masih rendah. Selain itu, radikalisme ini didorong oleh ketidakadilan struktural.
Seni dalam Gejolak Pasar
- Details
- Published on Wednesday, 06 August 2008 17:31
- Written by Wida Waridah
Perempuan-perempuan itu menari. Seperti hendak melakukan penyambutan. Dengan memakai pakaian baju tradisional. Mereka adalah perempuan-perempuan Timor Leste. Gambar terus bergerak dengan menampilkan tarian secara utuh. Video yang diputar itu berjudul Eksotika Timur.
