Antropologi Kiri
- Details
- Published on Thursday, 26 April 2007 01:08
- Written by Perhimpunan Muda
Dan orang-orang yang terhitung paling jujur di antara mereka tengah bertanya-tanya di dalam hati, pertanyaan yang mereka tidak berani menjawabnya sendiri: Adakah memang Karl tua itu benar? (Alan Woods dan Ted Grant, 2005)
Berlagak seperti seorang demokrat sejati, Pedro Carmonas, pemimpin Asosiasi Pemilik Perusahaan mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden baru beserta kroni-kroninya dengan secarik kertas dan sebuah pena membubarkan parlemen Venezuela yang terpilih secara demokratis. Media internasional pun dengan segera (seperti sudah terencana sebelumnya) melaporkan kudeta ini sebagai sebuah gerakan popular demokratis.
Marx-Engels tentang Kesadaran, Ideologi, dan Agama
- Details
- Published on Tuesday, 02 January 2007 01:04
- Written by Dede Mulyanto
"... bukan kesadaran manusia yang menentukan keberadaan mereka, tapi keberadaan sosial merekalah yang menentukan kesadaran mereka" (Karl Marx. Preface to The Critique of Political Economy, MESW vol.1 h. 363)
Secara umum dapat dikatakan bahwa salah satu sumber pengetahuan manusia terpenting adalah pengalaman, entah pengalaman lahir maupun pengalaman batin. Pengetahuan juga bisa berasal dari pengalaman langsung dengan lingkungan sekitar ataupun dari pengalaman tidak langsung melalui sebuah proses perantaraan. Pengetahuan saya tentang 'api itu panas' bisa diperoleh dari dua sumber, yaitu pengalaman langsung dengan menyentuh sendiri api sehingga kesan yang masuk ke dalam kesadaran kemudian menerakan 'panas' sebagai predikat 'api'; atau melalui pengalaman tidak langsung dengan mendengar cerita dari orang, membaca penjelasan dari buku, dan sebagainya.
Marxis Otonomis, Makhluk Apalagi Itu?
- Details
- Published on Tuesday, 26 December 2006 01:10
- Written by Rikki Rikardo
Kebangkitan radikalisme anti otoritarian di ujung abad ke-20 ditandai dengan perkembangan beragam gerakan politik baru, di antaranya adalah kelompok-kelompok anarkis dalam beragam variannya dan juga kelompok-kelompok politik lainnya yang menyerap kecenderungan Marxian.
Marxis Otonomis berawal dari kelompok-kelompok Marxis Italia yang mengidentikkan gerakan mereka sebagai "operaismo" atau "buruh-isme", di mana kekuatan revolusioner bertumpu pada beragam inisiatif buruh untuk melakukan swaaktifitas yang bebas dari intervensi serikat buruh atau pihak luar lainnya—mulai dari pencurian, perlambatan kerja, sabotase, mogok kerja liar (wildcat strikes), hingga pendudukan.
Catatan Awal tentang Louis Althusser
- Details
- Published on Sunday, 12 November 2006 01:00
- Written by Utche P. Felagonna
Selain Nietzsche, tidak ada orang "gila" lain yang memberikan kontribusi penting bagi kebijakan manusia selain Louis Althusser. Dia disebut dua kali dalam Encyclopaedia Britannica sebagai guru seseorang tokoh. Pada tahun 1960-an dan 70-an, masa-masa yang penting bagi perkembangan filsafat di Perancis, dan kebangkitan studi tentang kebudayaan, Louis Althusser telah memberikan kontribusi penting. Tetapi, tidak banyak orang yang mengenal Louis Althusser setelah ketragisan hidup dan kampanye ad hominem terhadap karya dan dirinya yang kemudian mempengaruhi perkembangan pemikiran para pengikutnya. Banyak orang lebih mengenalnya sebagai seseorang yang mencoba memformulasikan Marxisme dengan metode yang dipakai oleh aliran strukturalisme. Sekalipun ia tidak pernah mengakui dirinya sebagai seorang strukturalis sehingga John Lechte menganggapnya seseorang Marxis dengan kecenderungan strukturalis.
Kontribusi Friedrich Engels dalam Peletakan Dasar-dasar Marxisme
- Details
- Published on Friday, 29 September 2006 00:34
- Written by George Junus Aditjondro
Siapa Friedrich Engels sebenarnya? Mengapa dia mau membantu menunjang kehidupan Marx di London, selama riset untuk penulisan buku Das Kapital ? Apa motivasi dia untuk membantu riset seorang pemikir dan aktivis anti-kapitalis terbesar di masa hidupnya? Lahir tanggal 28 November 1820 di Barmen, sebuah kota kecil di Lembah Wupper (Wuppertal), Engels adalah anak tertua dari seorang industrialis Ermen & Engels, yang punya pabrik di Barmen (Jerman) dan Manchester (Inggris).Wuppertal terkenal sebagai basis kaum Pietis, yang melahirkan organisasi penginjil Jerman yang bekerja menyebarkan Injil sampai di lembah-lembah Pegunungan Tengah di Tanah Papua. Pada saat yang sama, kemiskinan kaum buruh di Wuppertal menyentuh nurani Engels sejak muda. Tahun 1839, waktu baru berusia 19 tahun, Engels menerbitkan tulisan-tulisannya tentang kemiskinan di Wuppertal dalam Surat-surat dari Wuppertal, secara bersambung dalam koran Telegraph fuer Deutschland di bawah nama samaran "X" atau "F. Oswald". Namun keluarganya lama-lama tahu, siapa sesungguhnya penulis laporan-laporan kemiskinan itu.
