Wawancara dengan Aktivis Sosialis Iran: “Kecurangan Pemilu” dan Gerakan di Iran Hari Ini

Jutaan rakyat Iran turun ke jalan menuntut perubahan rejim di Iran. Gerakan yang semula dipercikkan oleh “kecurangan pemilu” telah berubah menjadi gerakan menuntut hak-hak demokrasi sepenuhnya dan turunnya kediktaturan Republik Islam Iran. Berikut ini adalah wawancara saya dengan  Arash Azizi, seorang aktivis sosialis dari Iran. Wawancara berlangsung 2 Juli 2009 lalu. 
 
Dapatkah Anda jelaskan mengenai kecurangan pemilu di Iran dan gerakan yang lahir dari situ? 
 
Politik bekerja dengan cara yang misterius. Bila anda melihat semuanya dari permukaan saja, maka Anda harus percaya kalau jutaan rakyat turun ke jalan, berhadapan dengan kekuatan brutal dari rejim yang opresif ini, hanya karena “kecurangan pemilu” di antara kandidat yang tidak memiliki perbedaan di dalam platform mereka. Tetapi bukan ini yang terjadi. Kita tidak bisa menganalisa peristiwa tanpa melihat konteks dan latar belakangnya.  
 
Kenyataannya adalah rakyat berpartisipasi di dalam pemilu ini dan memilih Mousavi bukan karena platform dia atau apapun. Rakyat melihat sebuah perpecahan yang jelas di dalam klik penguasa Republik Islam dan mereka ingin menggunakan perpecahan ini. Mereka ingin memainkan sayap-sayap rejim ini untuk berseteru satu sama lain guna menyingkirkan mereka semua pada akhirnya. Sayap Mousavi mendukung sedikit pelonggaran atmosfir opresi untuk mencegah atau menunda kebangkitan rakyat melawan seluruh rejim ini. 
 
Tetapi sayap Khamenei dan Ahmadinejad tidak ingin memberikan kelonggaran ini. Mereka tahu bila mereka memberikan sedikit kebebasan, maka rakyat akan menuntut lebih dan tidak akan berhenti sampai mereka menumbangkan seluruh rejim ini. Inilah mengapa mereka [Ahmadinejad dan Khamenie] mengadakan kudeta, sebuah kudeta “velvet” [kudeta tak berdarah]. Mereka mengumumkan kemenangan Ahmadinejad dengan marjin 16 juta suara yang sangat konyol. Tetapi yang tidak mereka perkirakan adalah bahwa rakyat tidak akan begitu saja pulang ke rumah dan menerima tindakan Khamenei ini. Mereka turun ke jalan secara massif dan kita saksikan demo terbesar dalam 30 tahun terakhir ini. 
 
Ini sudah bukan mengenai Mousavi. Ini adalah populasi yang membenci kehidupan di bawah Republik Islam dan ingin melawannya selangkah demi selangkah. Yang kita lihat sekarang sudah bukan sebuah gerakan melawan “kecurangan pemilu”, tetapi sebuah gerakan revolusioner yang massif melawan Republik Islam secara keseluruhan. Ini juga ditunjukkan oleh slogan-slogan rakyat. Mereka memulai dengan “Kembalikan suaraku”, tetapi mereka sekarang meneriakkan: “Down with Dictator!” dan “Down with Khamenei”, dan juga “Kita tidak ingin sebuah teokrasi!” 
 
Sudah lebih dari 3 minggu semenjak mulainya protes tersebut, dapatkah Anda memberikan informasi perkembangan terkini gerakan di sana? Dan siapa yang memimpinnya? 
 
Saya rasa saya telah memberikan sebuah isyarat di jawaban saya sebelumnya. Gerakan ini mulai dengan spontan yang sangatlah lazim. Walaupun luasnya gerakan ini sangatlah luar biasa. Tiba-tiba kita melihat 5 juta rakyat berdemonstrasi di seluruh Iran. Segera setelah pemilu, tuntutan rakyat tentu saja menolak hasil pemilu ini dan memberikan kekuasaan kepada Mousavi dan maka dari itu mereka melihat dia sebagai pemimpin mereka. Rakyat meminta dia, dan juga Karoubi, kandidat “reformis” lainnya, untuk “mengembalikan suara mereka”. Tetapi tentu saja Mousavi dan Karoubi lebih takut pada jutaan rakyat yang ada di jalan daripada geng-geng Khamenei dan Ahmadinejad. 
 
Oleh karena itu mereka memutuskan, dan mencoba sebisa mungkin untuk mengirim rakyat pulang ke rumah. Di minggu pertama, kita melihat pola dimana Mousavi menyerukan untuk “tidak berdemonstrasi” dan “menyelamatkan jiwa rakyat” tetapi rakyat tetap turun ke jalan dan dia terpaksa pergi ke demo-demo tersebut dan berbicara. Dia didorong oleh peristiwa-peristiwa. 
 
Memberikan jawaban yang singkat dan konkrit untuk pertanyaan anda adalah sulit karena “gerakan” ini tidaklah homogen dan berubah-ubah setiap saat. Yang pasti adalah bahwa gerakan ini telah menunjukkan keberanian yang besar, yang berarti bahwa rakyat siap untuk melawan Republik Islam. Yang juga jelas adalah bahwa gerakan ini tidak memiliki sebuah kepemimpinan yang dapat memimpinnya ke tujuannya. Mousavi dan Karoubi adalah bagian dari rejim ini dan mereka tidak akan secara sukarela memimpin gerakan oposisi melawan rejim ini. Tujuan rakyat yang sesungguhnya adalah mengakhiri Republik Islam ini. Mereka tidak memiliki kepemimpinan yang efektif untuk memimpin mereka ke tujuan tersebut. 
 
Pemerintah Ahmadinejad telah mengklaim bahwa gerakan ini diorganisasi oleh kekuatan imperialis (terutama CIA) guna menumbangkan rejim ini. Apakah ini benar?
 
Setiap orang yang sudah tinggal di Iran cukup lama tahu kalau bagi pemerintah Iran semuanya diorganisasi oleh Israel dan CIA. Para intelektual independen, penulis, penyair, jurnalis, dan bahkan kaum muda yang hanya ingin bersenang-senang biasanya diserang sebagai bagian dari Israel dan CIA. Ini karena rejim opresif tidak pernah ingin mengakui bahwa rakyat sebenarnya menentang mereka. Tentu saja ini konyol. Gerakan ini adalah sebuah gerakan sejati dengan jutaan rakyat di jalan-jalan. 
 
Cukup banyak kaum kiri mendukung Ahmadinejad, termasuk Chavez. Apa komentar Anda? 
 
Kita harus membedakan Chavez dari “Kaum Kiri” lainnya. Chavez adalah seorang kepala negara dan dia harus melakukan beberapa formalitas yang tidak apa-apa selama ini hanya untuk mendapatkan perjanjian-perjanjian dagang dan hal-hal serupa (yang sangatlah penting bagi Venezuela). Tetapi Chavez membuat kesalahan yang serius di dalam posisinya mengenai Ahmadinejad. Dia tidak mengerti bahwa kawan sesungguhnya dari Revolusi Venezuela adalah rakyat sedunia, termasuk Iran. Dukungan dia terhadap Ahmadinejad yang dibenci telah mengakibatkan, sayangnya, perasaan benci dari rakyat Iran terhadap dia dan Revolusi Bolivarian. Saya hadir di sebuah demo solidaritas baru-baru ini dan saya mendengar beberapa demonstran yang mengklaim bahwa Venezuela mengirim polisi untuk menindas para demonstran di Tehran. Walaupun ini hanyalah kabar angin, tetapi ini menunjukkan bagaimana perasaan rakyat Iran hingga mereka menyebarkan kabar angin ini. 
 
Chavez harus mengubah itu. Dia sebenarnya mempunyai pengaruh terhadap pemerintah Iran dan setidaknya seharusnya menggunakan ini untuk menyuarakan kritik. Bahkan bila dia hanya ingin memikirkan keuntungan jangka pendek, aku harus mengatakan kepada dia bahwa pemerintah Republik Islam ini tidak akan berkuasa untuk lama. Dan dia sebaiknya menunggu pemerintahan yang baru untuk membangun hubungan yang baik! Saya yakin bahwa dia akan segera mengubah posisinya. Terutama karena banyak seksi dari gerakan Bolivarian yang menyuarakan kritik mereka terhadap posisi tersebut. Saya, contohnya, membaca sebuah pernyataan dari kaum Marxis Venezuela (Arus Marxis Revolusioner, Corriente Marxista Revolucionaria) yang tidak setuju dengan Chavez mengenai ini. 
 
Tetapi, seperti saya katakan, Chavez adalah seorang kepala negara dengan banyak latar belakang yang progresif yang membuat kesalahan yang disesalkan mengenai Iran, kaum Kiri lainnya hanya menunjukkan bagaimana mereka sangat terpisah dari realitas. 
 
Saya tidak mempercayai mata saya ketika saya membaca di situs wsws.org, situs dari Komite Internasional dari Internasionale Keempat, di mana mereka menghubungkan protes ini dengan intervensi asing. Website ini sebenarnya cukup popular di antara kaum kiri Iran. … atau boleh saya bilang popular sampai saat ini. Saya belum membaca apapun dari International Socialist Tendency [kelompok sosialis yang dibentuk oleh almarhum Tony Cliff]. Tetapi mereka harus melakukan sesuatu mengenai dukungan mereka terhadap Republik Islam selama ini. Siapapun dari Kiri yang telah mendukung rejim ini bahkan untuk satu haripun akan sangat bersalah ketika kami berhasil menyingkirkan Republik Islam ini dan membentuk negara buruh di negara kami. Lalu mereka harus datang dan berlutut di depan kaum buruh dan kaum sosialis Iran untuk meminta maaf! Kami akan memaafkan mereka, tetapi kami tidak akan pernah melupakan bagaimana rejim ini membunuhi kami dalam jumlah ribuan dan mereka mendukungnya. 
 
Mousavi telah digambarkan sebagai seorang reformis oleh media, sebagai wajah perubahan di Iran. Bagaimana perasaan rakyat Iran mengenai dia? 
 
Mari saya luruskan ini: “Kaum reformis” adalah sebuah sayap dari Republik Islam yang telah memainkan peran dalam membantai puluhan ribu rakyat dan menindas masyarakat Iran. Mereka adalah pembela terbesar rejim Islam yang kejam ini dan pendirinya, Khomeini. Sebenarnya platform utama mereka adalah “Kembali ke Khomeini”! Inilah reformasi yang mereka inginkan. Mereka mengingatkan saya pada sebuah lagu dari Phil Ochis, seorang artis radikal Amerika, yang mengolok-olok bagaimana kaum Demokrat dan Republik di Amerika tidaklah berbeda dan mereka tersatukan dalam melawan rakyat dan buruh. Ini sama seperti “kaum reformis” di Iran. 
 
Tetapi perasaan rakyat jelata Iran terhadap Mousavi berubah-ubah setiap minggu, bila tidak setiap hari. Saya rasa rakyat Iran mengerti bahwa dia adalah bagian dari pemerintah dan mereka sebenarnya tidak menginginkan dia, tetapi rakyat juga sangatlah praktis dan mengatakan pada diri mereka sendiri “dia lebih baik dari Ahmadinejad, jadi mari kita pilih dia sekarang”. Dia akan dilihat sebagai pemimpin untuk sekarang, tetapi rakyat akan segera sadar bahwa dia tidak akan memimpin mereka dan mereka akan melewati dia. 
 
Banyak komentator yang membandingkan gerakan ini dengan gerakan pada tahun 1979, yang disebut-sebut sebagai Revolusi Islamis. Apakah analisa ini tetap? 
 
Yang benar-benar keliru adalah menamakan Revolusi Besar 1979 sebagai “Revolusi Islamis”. Revolusi tersebut bukanlah “Revolusi Islamis”. Ini adalah sebuah revolusi popular melawan monarki dan untuk kebebasan dan kesetaraan yang lalu dibajak, dengan bantuan pemerintah-pemerintah Barat, oleh Khomeini dan para mullah yang reaksioner. Kita harus ingat bahwa gerakan Politik Islam pada saat itu tidak memiliki peluang sama sekali untuk merebut kekuasaan di Iran bila ia tidak dibantu oleh pemerintahan Barat. Mereka [pemerintahan Barat] menemukan mayat ini [Politik Islam] di tong sampah sejarah dan menghidupkannya kembali karena mereka menyadari potensi anti-kiri dan opresifnya. Ini membutuhkan sebuah diskusi yang lebih panjang, mengenai hubungan gerakan sekarang ini dengan revolusi tersebut.
 
Bila Anda bertanya kepada saya, saya akan mengatakan bahwa saya berharap bahwa gerakan revolusioner sekarang ini dapat memenuhi tujuan-tujuan yang gagal dipenuhi oleh Revolusi 1979 karena kekalahannya oleh para mullah konter-revolusioner. Saya juga percaya bahwa Revolusi 1979, walaupun ini dikalahkan dengan kejam, telah memberikan pelajaran yang baik kepada rakyat dan buruh Iran. Kaum buruh dapat mengingat betapa kuatnya mereka ketika mereka naik ke panggung sejarah. Peringatan Revolusi 1979 yang sesungguhnya adalah penumbangan dengan revolusi rejim Islam konter-revolusioner ini yang telah membajak revolusi [Revolusi 1979] dan menuju ke tujuan-tujuan sesungguhnya dari revolusi tersebut, yakni kebebasan, persamaan Hak, dan kesejahteraan rakyat, yang hanya mungkin lewat sosialisme.  
 
Bagaimana gerakan ini dapat mempengaruhi politik di Timur Tengah? 
 
Gerakan ini telah mempengaruhi seluruh dunia dan bukan hanya Timur Tengah saja. Rakyat sedunia telah terinspirasi oleh keberanian yang luar biasa dari saudara-saudara mereka di Iran. Sekali lagi mereka telah turun ke jalan untuk melawan rejim kejam ini. Dalam periode 30 tahun, rakyat Iran telah melawan dua kediktaturan yang paling brutal di dalam sejarah manusia. Saya rasa setiap orang yang telah melawan opresi dan tirani barang sehari saja akan terinspirasi oleh rakyat Iran. 
 
Kesimpulan dari gerakan ini tentu saja memiliki implikasi yang lebih penting di daerah Timur Tengah dan internasional. Menumbangkan Republik Islam, menurut saya, akan merupakan akhir dari Politik Islam sebagai sebuah gerakan internasional karena gerakan ini akan kehilangan kepalanya. Sumber daya dari kaum Islamis di Palestina, Lebanon, dan Syria akan mengering dan ini adalah kabar baik bagi rakyat di negara-negara tersebut. 
 
Seperti yang saya katakan, ini juga akan membuktikan ke setiap orang bahwa tidak ada rejim yang tidak bisa dihancurkan, kita harus melawan kediktaturan, dan ketika kekuatan kolektif buruh dan rakyat tiba, setiap rejim akan tumbang. 
 
Tentu saja saya mempunyai harapan yang lebih tinggi untuk sebuah Revolusi Iran yang baru. Saya berharap, dan saya sedang berjuang untuk sebuah revolusi sosialis yang akan membentuk Republik Sosialis di Iran dan bila ini terjadi, bila sebuah negara dengan 70 juta rakyat menjadi Sosialis, maka sebuah pertempuran internasional akan mulai yang hanya akan berakhir pada hancurnya kapitalisme dan terbukanya sebuah halaman baru di dalam sejarah manusia. 
 
Bagaimana dengan gerakan buruh di Iran?
 
Gerakan buruh memiliki kelemahan dan kekuatannya. Gerakan buruh Iran tidak memiliki organisasi massa tradisional (seperti Serikat Buruh yang hampir-hampir tidak eksis) tetapi pada pihak yang lain ia memiliki tradisi-tradisi revolusioner seperti dewan-dewan yang dibentuk pada Revolusi 1979. Gerakan buruh Iran juga memiliki banyak potensi militansi dan sampai sekarang tidak menunjukkan ilusi apapun pada sayap-sayap rejim. Tetapi gerakan buruh Iran belum memasuki arena perjuangan secara menentukan, dan ketika ini terjadi, nasib Revolusi Iran akan pasti. 
 
Menurut Anda, kemana gerakan ini akan menuju? Sudah tiga minggu demonstrasi terus-menerus, bagaimana menurut anda ini akan berakhir? 
 
Saya tidak pernah menjadi “ahli nujum” peristiwa, dan saya lebih melihat diri saya sebagai bagian dari gerakan yang mencoba mendorongnya ke kiri. Revolusi ini akan dihentikan oleh banyak orang di “stasiun-stasiun” yang berbeda. Mereka akan mencoba memberitahu kami waktu apa untuk apa dan apa yang belum tiba saatnya. Tugasnya adalah untuk melahirkan kepemimpinan revolusioner yang dapat diterima oleh rakyat dan akan memimpin revolusi mereka ke kemenangan yang berarti menumbangkan Republik Islam Iran dan menyiapkan pondasi untuk sebuah masyarakat yang baru. Harapan saya untuk Iran adalah sosialisme dan saya tahu bahwa ini tidak akan mungkin tanpa sebuah partai massa revolusioner yang dapat memimpin buruh dan rakyat.  
 
Tetapi, terpisah dari apa yang saya harapkan, satu hal yang pasti: Iran tidak akan pernah sama lagi. Permulaan dari akhir Republik Islam telah dimulai dan pada akhirnya rejim ini akan hancur, rakyat akan memiliki sebuah peluang sejati untuk menemukan sebuah masyarakat yang manusiawi yang akan menjadi sumber harapan bagi rakyat tertindas seluruh dunia.
 
Ted Sprague, kontributor Rumahkiri.net
Comments (11)Add Comment
0
salam
August 16, 2010
118.137.128.116
Votes: +0
...

Saya pernah meliput pemilu di Iran tahun 2005, ketika itu meskipun situasi poltik tidak menguntungkan Ahmadinejad, namun dia menyepu bersih hampir semua propinsi. Saat itu jelas birokrasi dikuasai Presiden Khatami, dan hampir seluruh elit birokrasi dan ulama senior mendukung Rafsanjani (yang pernah menjabat presiden dua kali). waktu itu dengan pengamatan dan analisa saya terhadap hasil polling, saya yakin ahmadinejad menang. Nah, gimana dengan pemiliu 2009, ketika saya ditanya oleh temen saya yang wartawan kompas, saya bilang dengan menutup mata pasti ahmadinejad terpilih kembali, meskipun George Soros dengan Open Society nya ingin melakukan revolosi hijau untuk ganti republik Islam di Tehran, seperti yang ia lakukan di Ukraina, Indonesia Cekoslovakia dan beberapa negara bekas Uni Sovyet, namun upaya AS, ERopa dan Soros tidak berhasil di Iran. Kenapa Ahmadinejad menang mudah, ya programnya populis. Misal dia membagi sebagian saham BUMN kepada fakir miskin, jadi fakir miskin punya jaminan dan duit, dia bikin program 1 juta apartemen murah untuk pasangan muda, dia sumbang setiap anak anak muda yang ingin kawin, Tanggal 15 Sya'ban kemaren, di meluncurkan program jaminan kehidupan berupa reksadana untuk setiap bayi di Iran.Dimana setiap bayai yang lahir akan dibikinin rekening dan diisi oleh pemerintah 10 juta rupiah dan setiap bulan akan ditambah oleh pemerintah 200 ribu rupiah,, sehingga setelah anak itu gede dan mau kawin setelah kuliah, dia bisa buka tabungan reksa dananya, yang menurut perhitungan cukup untuk membeli apartemen dan memulai hidup baru. Bukan seperti kita setelah kawin kita kredit rumah yang ketika mau mati baru kelar cicilannya. Ya kira kira begitu. Saya menyaksikan sendiri demo pendukung Ahmadi nejad, jutaan orang turun ke jalan, sedang yang anti republik islam maksimal 20.000, tapi memang media barat pasti memutarbalikkan fakta, begitu juga dengan koran di ina yang sumbernya dari barat.

Anda bolek nggak suka dengan Republik Islam Iran yang mempunyai guide seorang ulama yang berfungsi layaknya seorng nabi, tapi terus terang kita harus belajar kemandirian seperti Iran, yang pasti kita ketinggalan jauh dari Iran. Selama kita mengekor AS dan Barat (sudah lebih dari 40 tahun kawan), pasti kita nggak akan maju, itu sudah pasti. AS dan Barat tidak akan membiarkan bangsa Indonesia maju dan melampaui Barat. Mereka semua itu perampok man, cuman pake bahasa pluralisme, demokrasi, hak asasi dll gombal semua, mereka hanya berhenti pada simbol man, bukan makna dan subtansi.

0
riddick
August 15, 2010
125.162.227.141
Votes: +0
...

sebelum berbicara tentang konteks dan latar belakang republik islam iran, ada perlu tau dulu sebelumnya, konteks dan latar belakang aktivis sosialis iran yang anda maksud. apa maksud dan kepentingannya memberikan info sperti itu, apakah crew rumah kiri sudah punya data valid pada saat pemilu iran?? kalo belum, jangan langsung memvonis bahwa ada sesuatu yg ganjal pada saat pemilu iran. karna bukan tdak mungkin, seorang aktivis berbicara tanpa ada suatu makna yang ingin disampaikan, jangan cepat termakan isu Bang...!!!

0
jumadi syiah iran
January 13, 2010
64.255.180.205
Votes: +0
...

....hanja ada satoe kata, LAWAN kaum kiri

0
rakyat jelata
January 05, 2010
110.136.237.111
Votes: +0
...

bagi yg mencap Pemerintahan Iran skrg sangat Otoriter, coba deh belajar lebih banyak tntng Iran,,, apalagi wwancara diatas mengatakan Revolusi 1979 itu ada bantuan barat,, itu omong kosong.. kaum sosialis gak pernah punya ruang yang besar tuk gerakan2nnya.

0
Soarez Nahumury
October 05, 2009
202.152.6.167
Votes: +0
...

Apakah rumah kiri berbeda aliansi dengan perjuangan venezuela (Chavez). Setahu saya rumah kiri sangat condong dengan venezuela, padahal pemimpin-nya adalah sahabat dan mendukung ahmadinejad.

0
illegal action
September 30, 2009
125.165.156.19
Votes: +0
...

fuck theocracy!!!

sukur2 republik islam iran segera tumbang dan menjadi republik sosialis iran..

ga pada liat berita ya?dimana jutaan rakyat iran turun kejalan menentang hasil pemilu yg curang!


0
boy
September 16, 2009
219.83.68.242
Votes: +1
...

aktifis sosialis Iran ini jelas2 aktifis sosialis borjuis, yg memanfaatkan sentimen2 kesenjangan sosial, kebebasan politik dll agar kaum muda terbakar dan memperjuangkan demokratisasi di Iran...basi bung!!kaum muda iran yg tidak mengalami revolusi islam tahun 70-an tidak mengenal apa itu aslinya demokrasi borjuis, apa itu demokrasi bagi si kaya, mereka terbuai dengan ajaran2 demokrasi , saya ingat kawan2 yg berteriak2 reformasi dan demokratisasi tahun 1998 lalu, kita meneriakkan kebebasan, tapi kebabasan yg kita dapat adalah kebebasan kaum borjuis untuk lebih menindas rakyat, manipulasi dan korupsi...sekali saya tetap dukung revolusi islam iran !~!

0
Andre Gusti Bara
August 24, 2009
118.96.40.135
Votes: +0
...

Apa Rumah Kiri menyediakan ruang bagi sastra menyumbang gagasan dan pemikiran dalam pembangunan gerakan rakyat pekerja di Indonesia? Jika ia, bagaimana cara mengirimkan karya sastra agar bisa ikut di publikasikan di Rumah Kiri?

0
Agung Nugroho
August 07, 2009
61.247.6.85
Votes: +0
...

Kaum Reformis yang menggadaikan keikutsertaan rakyat iran untuk di provokasi dalam isu "PEMILU CURANG". Padahal mereka dibiayai dan dibackingi oleh AS demi globalisasi dan neoliberalisasi di Timur Tengah....

0
Anarcho-Socialist
July 25, 2009
118.137.223.243
Votes: +0
...

bung, araz azhizi adalah mungkin orang MKO yang menghendaki jatuhnya rezim IRI. dan saya bisa yakin apa yang dia nyatakan hanyalah propaganda dan BS. rakyat iran mencintai KHomeini dan pro-Ahmadinejad

marg bar amrika, marg bar israel, marg bar MKO

0
ch_iwan
July 25, 2009
203.194.70.58
Votes: +0
...

pernah dikepala bahwa apa yang diperjuangkan oleh Muhammad SAW adalah satu bentuk sosialisme purba, yang jadi musuh bagi kemapanan kapitalisme Quraisy pada akhir abad ke 6 menjelang abad 7 Masehi.Berada ditepi imperium Palaeartic Region, kaum ini menempatkan diri mereka lebih "tinggi" dari tetangganya , Ethiopian Region bahkan kaum Oriental Region sekalipun. Privilese inilah yang jadi sumber perlawanan bagi kelompok madani dan ajaran universal islam lah yang jadi ujung tombak gerakan revolusi ini. Dan percakapan diatas semakin menegaskan keterikatan ini. Ke jumudan adalah tembok yang tegak antara kita dan mereka. dan di celah-celah tembok itu kami sebarkan benih dan kami sirami agar tumbuh bersama, dengan satu keyakinan Sang Tembok pastilah hancur.

Write comment
 
  smaller | bigger
 

busy

Komentar Baru

Belajar Ekonomi Marx...
faham ekonomi marx,jls kontra dgn ekonomi adam smi...
Meluruskan Revolusi ...
benar, membaca itu perintah kebudayaan - karena pe...
Meluruskan Revolusi ...
Aliran Trotskis dan Indonesia Melebihi anti-komuni...
Republik Indonesia S...
negara edann
Wawancara dengan Akt...
Saya pernah meliput pemilu di Iran tahun 2005, ket...

Newsletter


Name:

Email: