Sosok

Ditulis oleh Larissa MacFarquhar Rabu, 29 April 2009 00:00
Naomi Klein Di luar Bloor Cinema di Toronto tertera pengumuman “The Last Mistress” pada pukul 04.00, “Naomi Klein–The Shock Doctrine”–pada pukul 07.00 dan “Little Shop of Horros” pukul 09.30. Bisnis di toko sebelah tampak hangat, sehangat malam itu. Berbekal tiket ke acara Naomi Klein, orang-orang mengantri sampai ke ujung jalan. Di luar pintu masuk, seorang pria paruh baya dan perempuan berumur sibuk menjual “Socialist Action” seharga 1 dollar (Mereka menjual edisi bulan September yang memuat artikel mengenai kontradiksi kapitalisme, perang kelas di Bolivia dan komentar dari Mumia Abu Jamal).
Ditulis oleh Jesus S. Anam Kamis, 17 April 2008 00:00
Gustavo Gutierrez
Bulan Februari 2007 lalu Paus Benedict XVI memimpin misa Rebo Abu di Roma. Bagi Gereja Katolik misa itu adalah peristiwa hikmat yang menandai dimulainya masa 40 hari puasa. Dalam upacara keagamaan tersebut beberapa orang pastor dari sekitar seratus pastor mendapatkan kesempatan maju ke altar guna menerima pemberkatan. Di antara pastor-pastor itu terdapat seorang pastor yang bertubuh pendek dari Ordo Dominican asal Peru. Dia mengenakan setelan hitam putih, ciri khas ordonya. Pastor tersebut adalah Gustavo Gutierrez, yang pada tahun 1971 menggemparkan kalangan gereja karena bukunya yang kontroversial, The Theology of Liberation: History, Politic, Salvation.
Ditulis oleh Farida Angelina Rabu, 30 Mei 2007 00:00
Antonio Negri
Antonio Negri lahir dari keluarga borjuis kelas teri di kota Padua, Italia, pada 1 Agustus 1933. Konon, karir akademisnya di Universitas Padua begitu cepat dan sudah ditawari menjabat profesor penuh dalam bidang Teori Negara dalam usia masih muda. Bidang keahlian khususnya adalah teori hukum dan perundangan-undangan. Menurut beberapa orang, cepatnya karir akademis Negeri adalah karena keaktifannya dalam partai sosialis dan hubungannya dengan politikus ternama semacam Raniero Panzieri atau Norberto Bobbio yang terkait dengan partai sosialis.
Ditulis oleh Farida Angelina Rabu, 18 April 2007 00:00
Rosa Luxemburg
Rosa Luxemburg lahir pada 5 Maret 1871 sebagai putri bungsu sebuah keluarga Yahudi di Zamość, Polandia-Rusia. Keluarganya pindah ke Warsawa ketika dia berumur dua tahun. Di kota inilah dia memperoleh pendidikan dan akhirnya terjun ke politik sosialis revolusioner ketika masih seorang siswi sekolah menengah. Gabungnya Luxemburg dengan Partai Proletariat dengan segera membuat polisi Tsar gusar dan pada 1889 dia terpaksa keluar Polandia. Sebagian karena menghindari kejaran intel Tsar, sebagian demi melanjutkan pendidikan tingginya, Luxemburg pindah ke Swis yang saat itu merupakan negeri para pengungsi politik, terutama kaum sosialis dari Eropa Timur. Dia tinggal di Zürich dan mendaftar ke Universitas Zürich untuk belajar hukum dan ekonomi. Di sana dia bertemu dengan Leo Jogiches, kekasih dan kawan seperjuangannya di pergerakan sosialis Polandia. Keduanya sama-sama kecewa terhadap kecenderungan nasionalistik yang dominan dalam Partai Sosialis Polandia (PPS) dan bareng-bareng membentuk inti kecil kelompok oposisi di dalamnya. Kelompok oposisi ini kemudian pada 1893 memisahkan diri dan mendirikan Demokrasi Sosial Kerajaan Polandia dan Lithuania (SDKPiL).
Ditulis oleh Suar Suroso Senin, 06 November 2006 00:00
Sejak muda Bung Karno sudah jadi pengagum Marxisme. Dalam usia dua puluh lima tahun, dengan tujuan mempersatukan kekuatan bangsa melawan kolonialisme, Bung Karno sudah mengemukakan arti penting Marxisme dan menilai pentingnya kekuatan kaum Marxis di Indonesia. Dalam karyanya, Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme, yang diterbitkan tahun 1926, Bung Karno menulis: Partai Boedi Oetomo, ‘marhum’ Nationaal Indische Partij yang kini masih ‘hidup’, Partai Sarekat Islam, Perserikatan Minahasa, Partai Komunis Indonesia, dan masih banyak partai-partai lain ... itu masing-masing mempunyai rokh Nasionalisme, rokh Islamisme, atau rokh Marxisme adanya. Dapatkah roch-roch ini dalam politik jajahan bekerja bersama-sama menjadi satu Rokh yang Besar, Roch Persatuan? Rokh Persatuan yang akan membawa kita ke-lapang ke-Besaran?[1]

Halaman 1 dari 2

Login Anggota

Komentar Baru

Belajar Ekonomi Marx...
faham ekonomi marx,jls kontra dgn ekonomi adam smi...
Meluruskan Revolusi ...
benar, membaca itu perintah kebudayaan - karena pe...
Meluruskan Revolusi ...
Aliran Trotskis dan Indonesia Melebihi anti-komuni...
Republik Indonesia S...
negara edann
Wawancara dengan Akt...
Saya pernah meliput pemilu di Iran tahun 2005, ket...

Newsletter


Name:

Email: