Teori

Ditulis oleh Saiful Anam Senin, 01 Juni 2009 19:50

Teori revolusi permanen tidak hanya sekadar teori. Ini merupakan pondasi bagi perspektif Marxis untuk revolusi di negara-negara terbelakang seperti Rusia pada jamannya Lenin dan Trotsky, dan masih relevan hingga hari ini. Sebuah teori akan berarti jika teori tersebut membantu untuk menaksir arah perkembangan dan mempengaruhinya secara berguna. Teori revolusi permanen terbukti telah dikonfirmasi dalam Revolusi 1917 di Rusia.

Ditulis oleh Ted Sprague Kamis, 21 Mei 2009 12:11

Sejak diterbitkannya buku Revolusi Permanen di Indonesia beberapa bulan lalu, beberapa tanggapan telah dilontarkan yang isinya adalah kurang lebih: Revolusi Permanen tidaklah cocok untuk Indonesia dan bahwa rumus baku Revolusi Permanen tidak memperhatikan kondisi objektif dan konteks politik Indonesia yang unik. Kawan Rudi Hartono dari Partai Rakyat Demokratik (PRD/PAPERNAS ) dan kawan Danial Indrakusuma dari Komite Rakyat Miskin-PRD, keduanya boleh dibilang ahli teori dari kedua organisasi tersebut, mengambil posisi yang serupa seperti tertera di atas tetapi dari sudut pandang yang agak berbeda. Artikel ini akan lebih mengfokuskan pada pendekatan kawan Rudi, terutama balasannya untuk “Pengantar Untuk Revolusi Permanen Edisi Bahasa Indonesia” tertanggal 5 Januari 2009 di milis sastra-pembebasan.

Ditulis oleh Perhimpunan Muda Rabu, 25 April 2007 00:00
Dan orang-orang yang terhitung paling jujur di antara mereka tengah bertanya-tanya di dalam hati, pertanyaan yang mereka tidak berani menjawabnya sendiri: Adakah memang Karl tua itu benar? (Alan Woods dan Ted Grant, 2005)
Ditulis oleh Dio Sabtu, 03 Februari 2007 00:00
Engels melihat dominasi pemikiran filosofis di Jerman sebagai tanda keterbelakangan ekonomi negeri itu… Engels dan Marx sendiri adalah produk dari lingkungan intelektual ini dan oleh karena itu, mereka berdua pertama kali berkembang dengan minat pada filsafat. (Lindsey German, Frederick Engels: Life of a Revolutionary, Early life)
Ditulis oleh Dede Mulyanto Senin, 01 Januari 2007 00:00
“... bukan kesadaran manusia yang menentukan keberadaan mereka, tapi keberadaan sosial merekalah yang menentukan kesadaran mereka” (Karl Marx. Preface to The Critique of Political Economy, MESW vol.1 h. 363)

Halaman 1 dari 3

Login Anggota

Komentar Baru

Belajar Ekonomi Marx...
faham ekonomi marx,jls kontra dgn ekonomi adam smi...
Meluruskan Revolusi ...
benar, membaca itu perintah kebudayaan - karena pe...
Meluruskan Revolusi ...
Aliran Trotskis dan Indonesia Melebihi anti-komuni...
Republik Indonesia S...
negara edann
Wawancara dengan Akt...
Saya pernah meliput pemilu di Iran tahun 2005, ket...

Newsletter


Name:

Email: