Teori
Teori revolusi permanen tidak hanya sekadar teori. Ini merupakan pondasi bagi perspektif Marxis untuk revolusi di negara-negara terbelakang seperti Rusia pada jamannya Lenin dan Trotsky, dan masih relevan hingga hari ini. Sebuah teori akan berarti jika teori tersebut membantu untuk menaksir arah perkembangan dan mempengaruhinya secara berguna. Teori revolusi permanen terbukti telah dikonfirmasi dalam Revolusi 1917 di Rusia.
Sejak diterbitkannya buku Revolusi Permanen di Indonesia beberapa bulan lalu, beberapa tanggapan telah dilontarkan yang isinya adalah kurang lebih: Revolusi Permanen tidaklah cocok untuk Indonesia dan bahwa rumus baku Revolusi Permanen tidak memperhatikan kondisi objektif dan konteks politik Indonesia yang unik. Kawan Rudi Hartono dari Partai Rakyat Demokratik (PRD/PAPERNAS ) dan kawan Danial Indrakusuma dari Komite Rakyat Miskin-PRD, keduanya boleh dibilang ahli teori dari kedua organisasi tersebut, mengambil posisi yang serupa seperti tertera di atas tetapi dari sudut pandang yang agak berbeda. Artikel ini akan lebih mengfokuskan pada pendekatan kawan Rudi, terutama balasannya untuk “Pengantar Untuk Revolusi Permanen Edisi Bahasa Indonesia” tertanggal 5 Januari 2009 di milis sastra-pembebasan.
Halaman 1 dari 3
