Kisah

Ditulis oleh Rumah Kiri Sabtu, 27 Juni 2009 02:54
"Panggil aku Samsir", begitu dia selalu mengingatkan kami untuk memanggil namanya langsung tanpa embel-embel pak, oom, dan semacamnya, meskipun usia kami rata-rata 50 tahun di bawah dia. "Jika kita sepakat dengan egalitarianisme, mulailah dari hal yang kecil. Mulailah dengan memanggil nama secara setara."
Ditulis oleh Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia Wilayah Jombang) Kamis, 21 Mei 2009 13:31

Situasi politik dan ekonomi Indonesia yang semakin lama tidak menentu ini sangat berpengaruh pada kondisi perburuhan yang semakin lama semakin tidak berpihak pada buruh. Reformasi telah berjalan lebih dari 10 tahun, rejim telah berganti 4 kali, tetapi kebijakan di sektor perburuhan justru semakin parah. Itu bisa dilihat dari kebijakan pemerintah dalam perburuhan dalam satu dekade terakhir, misalkan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 dan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2004. Kondisi buruh lebih mengenaskan dengan kemunculan legalisasi sistem kerja kontrak dan outsourcing di dalam Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003.

Ditulis oleh Tri Ramidjo Kamis, 15 Februari 2007 00:00
Pada hari minggu tanggal 20 Agustus dua bulan yang lalu suami anakku beserta cucuku datang ke rumahku di Kunciran. Aku dan isteriku senang walaupun anakku Fitri tidak ikut. Fitri sedang dinas ke luar untuk beberapa minggu. Cucuku kelihatan semakin tinggi seperti ayah dan ibunya. Ya, sudah 16 tahun umurnya tapi belum juga punya adik.
Ditulis oleh Suar Suroso Senin, 23 Oktober 2006 00:00
Bangunlah kaum yang terhina! Bangunlah kaum yang lapar! Demikianlah kalimat-kalimat pertama dari lagu Internasionale. Syair lagu ini ditulis oleh Eugene Pottier, seorang penyair buruh Perancis. E. Pottier lahir di Paris seratus sembilan puluh tahun yang lalu, tepatnya 4 Oktober 1816. Dia adalah seorang buruh, berasal dari keluarga miskin. Sampai akhir hayatnya tetap hidup dalam kemiskinan. Pada usia 14 tahun, dia tampil dengan sajaknya yang pertama berjudul Hidup Kebebasan! Tahun empatpuluhan abad XIX, E. Pottier aktif bergerak di kalangan kaum buruh Perancis. Sejak masa remaja, melalui syair-syairnya, E. Pottier ikut membangkitkan semangat kaum buruh Perancis berjuang melawan penindasan yang dilakukan kaum borjuis.

Halaman 1 dari 2

Login Anggota

Komentar Baru

Belajar Ekonomi Marx...
faham ekonomi marx,jls kontra dgn ekonomi adam smi...
Meluruskan Revolusi ...
benar, membaca itu perintah kebudayaan - karena pe...
Meluruskan Revolusi ...
Aliran Trotskis dan Indonesia Melebihi anti-komuni...
Republik Indonesia S...
negara edann
Wawancara dengan Akt...
Saya pernah meliput pemilu di Iran tahun 2005, ket...

Newsletter


Name:

Email: